Selasa, 06 Juni 2023

NTP (Network Time Protocol)

NTP (Network Time Protocol) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk sinkronisasi waktu antara perangkat dalam jaringan komputer. Tujuan utama dari NTP adalah untuk memastikan bahwa semua perangkat dalam jaringan menggunakan waktu yang sama, sehingga memungkinkan sinkronisasi waktu yang akurat dan konsisten.

Untuk daftar ntp server yang bisa kita gunakan dapat kita lihat di http://www.pool.ntp.org/. Oke Untuk Step Nya.

  • Klik System > SNTP Client
  • Ceklis Enable
  • Isi Primary Ntp Server=Id.Pool.Ntp.Org ,Dan Isi Secondary Ntp
  • Server=Ntp.Nasa.Gov
  • Lalu Klik Apply > ok

jika sudah di apply maka primary NTP server dan secondary server akan berubah menjadi IP address jika sudah selesai kita bisa mengecek waktu kita sinkron dengan internet atau tidak.

  • klik system >clock

Dengan ini, Router telah sinkron dengan waktu









Cara Akses MikroTik

Ada beberapa cara untuk mengakses Mikrotik, yaitu dengan Winbox, Webfig, Telnet, SSH. Disini saya akan menjelaskan semuanya satu persatu.

Via Winbox

Winbox adalah sebuah aplikasi manajemen jaringan yang dikembangkan oleh perusahaan MikroTik. Aplikasi ini dirancang untuk mengelola perangkat jaringan MikroTik melalui antarmuka grafis yang intuitif. Dengan menggunakan Winbox, pengguna dapat melakukan konfigurasi, pemantauan, dan pemeliharaan pada perangkat MikroTik dengan mudah.

Winbox menyediakan berbagai fitur yang berguna bagi administrator jaringan. Beberapa fitur utamanya meliputi:

1. Konfigurasi Perangkat: Winbox memungkinkan pengguna untuk mengatur pengaturan perangkat MikroTik, seperti pengaturan jaringan, protokol routing, firewall, dan pengaturan keamanan.

2. Manajemen Pengguna: Pengguna dapat mengelola akun dan hak akses pengguna pada perangkat MikroTik menggunakan Winbox. Ini memungkinkan administrator untuk memberikan akses yang sesuai kepada berbagai anggota tim.

3. Monitoring dan Pemantauan: Winbox memberikan informasi real-time tentang kinerja jaringan, pemakaian sumber daya, dan status perangkat MikroTik. Administrator dapat memantau lalu lintas jaringan, memeriksa koneksi aktif, dan melihat statistik lainnya.

4. Upgrade Firmware: Dengan Winbox, pengguna dapat melakukan upgrade firmware pada perangkat MikroTik dengan mudah. Ini memungkinkan pengguna untuk menginstal versi perangkat lunak terbaru dan memperoleh fitur dan perbaikan keamanan terbaru.

Winbox dapat diunduh secara gratis dari situs resmi MikroTik. Setelah diinstal, pengguna dapat menghubungkan ke perangkat MikroTik menggunakan alamat IP atau nama host dan memasukkan kredensial login yang valid. Kemudian, mereka dapat mengakses berbagai fungsi manajemen jaringan yang disediakan oleh Winbox.

Berikut adalah cara untuk mengakses MikroTik melalui Winbox:

Buka apk Winbox nya, bagi yang belum download, bisa download di https://mikrotik.com/download

Oh iya, sebelum itu kalian hubungkan terlebih dahulu Laptop kalian dengan Mikrotik dengan kabel LAN (ini untuk akses pertama kali), jika sudah, maka kalian bisa buka Winbox, kemudian pada "Neighbors" kalian Refresh, lalu akan muncul IP Address default Router Mikrotik yang terhubung langsung dengan Laptop kalian seperti gambar dibawah ini

setelah itu, klik IP Address nya, lalu pada kolom "login" isi dengan "admin", passwordnya kosongkan saja, kemudian klik "connect, maka kalian akan masuk ke dasboard Winboxnya, itu artinya kalian sudah bisa konfigurasi Router MikroTik yang terhubung langsung dengan Laptop kalian

Via Webfig

WebFig adalah sebuah layanan dari Mikrotik dimana kita bisa seperti menggunakan winbox tetapi kita hanya butuh aplikasi browser seperti chrome,mozilla,safari dll. WebFig ini menggunankan port defaultnya 80
Untuk menggunakan WebFig ini kita perlu mengetahui IP Address dari Mikrotik RouterOS-nya. Kita bisa mengecek nya pada menu IP, lalu Adresses , jika belum ada silahkan kalian tambahkan. Lalu setelah kalian mengetahui IP address nya, Buka browser kalian dan kalian masukkan Ip address nya pada kolom pencarian. Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini, dan kalian bisa menggunakan nya seperti sedang menggunakan winbox.

Via Telnet

Untuk mengakses perangkat MikroTik melalui Telnet, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Pastikan perangkat Anda terhubung ke perangkat MikroTik melalui jaringan yang sama, baik melalui kabel ethernet atau melalui jaringan nirkabel (Wi-Fi).
  • Buka aplikasi "Command Prompt" atau "Terminal" di komputer Anda. Di Windows, Anda dapat menemukan "Command Prompt" dengan mencarinya di menu "Start". Di macOS atau Linux, "Terminal" dapat ditemukan di folder "Utilities" atau melalui pencarian.
  • Di jendela "Command Prompt" atau "Terminal", ketik perintah berikut:
  • Tekan Enter untuk menjalankan perintah. Jika perangkat MikroTik dapat dijangkau melalui jaringan, Anda akan terhubung ke Telnet pada perangkat MikroTik.

  • Jika perangkat MikroTik meminta nama pengguna (username) dan kata sandi (password), masukkan informasi login yang valid. Defaultnya, nama pengguna adalah "admin" dan kata sandi kosong (tanpa kata sandi). Namun, ini mungkin berbeda jika pengaturan telah diubah oleh administrator jaringan.

Setelah terhubung dengan telnet, kalian bisa konfigurasi Router dengan command command yang telah disediakan oleh MikroTik

Via SSH


Untuk mengakses dengan SSH, ada 2 cara, yaitu bisa dengan CMD, atau dengan Putty, Putty adalah PuTTY adalah aplikasi remote access yang memanfaatkan protokol jaringan untuk kebutuhan remote komputer server dari jarak jauh. Putty juga bisa dimanfaatkan untuk me remote MikroTik dari jarak jauh




Berikut adalah langkah langkah untuk mengakses MikroTik melalui PuTTY:
  • Unduh dan instal aplikasi PuTTY dari situs web resmi PuTTY https://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/. Pilih versi yang sesuai dengan sistem operasi yang Anda gunakan (Windows, macOS, atau Linux).
  • Setelah instalasi selesai, buka aplikasi PuTTY.
  • Di jendela utama PuTTY, pada bagian "Host Name (or IP address)", masukkan alamat IP perangkat MikroTik yang ingin Anda akses.
  • Pastikan opsi "Connection Type" terpilih sebagai "SSH".
  • Jika Anda telah mengatur port SSH kustom pada perangkat MikroTik (selain port default 22), masukkan nomor port yang sesuai pada opsi "Port".
  • Klik tombol "Open" untuk memulai sesi SSH ke perangkat MikroTik.

  • Jendela baru akan muncul, menampilkan pesan "login as:".
  • Masukkan nama pengguna (username) yang valid untuk perangkat MikroTik.
  • Setelah memasukkan nama pengguna, Anda akan diminta untuk memasukkan kata sandi (password) yang sesuai dengan nama pengguna tersebut.
  • Masukkan kata sandi dengan benar. Perhatikan bahwa saat Anda memasukkan kata sandi, karakter tidak akan terlihat atau muncul di layar. Ketik dengan benar dan tekan Enter.

Setelah langkah-langkah tersebut, Anda akan terhubung ke perangkat MikroTik melalui PuTTY dan dapat menggunakan perintah-perintah MikroTik untuk mengelola dan mengkonfigurasi perangkat sesuai kebutuhan Anda. Pastikan untuk memahami perintah-perintah yang akan Anda gunakan agar dapat mengoperasikan perangkat MikroTik dengan benar.




Minggu, 04 Juni 2023

Tentang MikroTik

Jenis MikroTik

MikroTik RouterOS

    RouterOS MikroTik adalah sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh perusahaan MikroTik untuk digunakan pada perangkat jaringan mereka, terutama router. RouterOS merupakan salah satu opsi yang populer dan andal untuk mengelola jaringan yang kompleks dan memiliki banyak fitur yang kuat.

    Salah satu keunggulan RouterOS MikroTik adalah kemampuannya dalam mengelola dan mengkonfigurasi berbagai aspek jaringan. RouterOS menawarkan berbagai fitur termasuk routing statis dan dinamis, firewall, VPN, Quality of Service (QoS), Network Address Translation (NAT), Wireless Access Point (WAP), manajemen bandwidth, dan banyak lagi. Dengan fitur-fitur ini, pengguna dapat mengoptimalkan kinerja jaringan, meningkatkan keamanan, dan mengatur penggunaan bandwidth sesuai kebutuhan.

    MikroTik RouterOS dapat dijalankan pada berbagai perangkat keras, mulai dari router kecil hingga perangkat yang lebih canggih seperti switch dan server. Ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk memilih perangkat keras yang sesuai dengan kebutuhan jaringan mereka. RouterOS juga dapat dijalankan pada platform virtual seperti VirtualBox dan VMware, memungkinkan pengguna untuk membuat lingkungan jaringan virtual yang kompleks.

    Satu fitur unik dari RouterOS MikroTik adalah antarmuka pengguna yang beragam. RouterOS dapat diakses melalui antarmuka baris perintah (command-line interface/CLI), antarmuka grafis (graphical user interface/GUI), dan antarmuka web. Ini memungkinkan pengguna dengan berbagai tingkat keahlian untuk mengelola perangkat dan konfigurasi jaringan dengan cara yang paling nyaman bagi mereka.

    Selain itu, RouterOS MikroTik mendukung banyak protokol jaringan dan standar industri, seperti IPv4 dan IPv6, OSPF, BGP, MPLS, VRRP, dan banyak lagi. Hal ini membuatnya kompatibel dengan berbagai perangkat jaringan dan memungkinkan integrasi yang mudah dengan infrastruktur yang ada.

    Keamanan juga menjadi perhatian utama dalam RouterOS MikroTik. Sistem operasi ini menawarkan fitur firewall yang kuat untuk melindungi jaringan dari ancaman eksternal dan internal. Selain itu, fitur-fitur keamanan seperti VPN, autentikasi pengguna, dan enkripsi data memungkinkan pengguna untuk membangun jaringan yang aman dan terlindungi.

    MikroTik RouterOS juga menawarkan berbagai alat manajemen jaringan yang berguna. Pengguna dapat memantau kinerja jaringan, mengumpulkan data lalu lintas, membuat laporan, dan mengelola pengguna dan perangkat yang terhubung ke jaringan. Semua ini membantu administrator jaringan dalam mengelola dan memecahkan masalah jaringan dengan efisien.

    Selain itu, RouterOS MikroTik memiliki komunitas pengguna yang besar dan aktif. MikroTik menyediakan forum diskusi dan sumber daya online yang luas untuk mendukung pengguna dalam menjawab pertanyaan, berbagi pengetahuan, dan memecahkan masalah yang mungkin timbul.

    Secara keseluruhan, RouterOS MikroTik adalah sistem operasi yang kuat, fleksibel, dan lengkap untuk mengelola jaringan. Dengan berbagai fitur dan kemampuannya yang luas, RouterOS MikroTik telah menjadi pilihan populer di kalangan administrator jaringan di seluruh dunia.

    MikroTik RouterBoard

    RouterBoard MikroTik adalah merek perangkat keras yang dikembangkan oleh perusahaan MikroTik. RouterBoard adalah kombinasi antara perangkat keras dan perangkat lunak yang menjalankan sistem operasi RouterOS MikroTik. Mereka dirancang khusus untuk digunakan dengan RouterOS dan menyediakan platform yang kuat dan handal untuk membangun dan mengelola jaringan.

    Perangkat RouterBoard MikroTik hadir dalam berbagai model dan ukuran, mulai dari router kecil yang cocok untuk penggunaan rumah tangga atau usaha kecil, hingga router yang lebih canggih yang mampu menangani jaringan yang kompleks dan lalu lintas yang tinggi. Setiap model RouterBoard memiliki fitur dan spesifikasi yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan yang beragam.

    Perangkat RouterBoard MikroTik menawarkan berbagai fitur dan konektivitas yang kuat. Beberapa fitur umum yang ditemukan pada sebagian besar model RouterBoard termasuk beberapa port Ethernet untuk koneksi jaringan kabel, port USB untuk menghubungkan perangkat eksternal seperti modem 3G/4G, slot kartu mini-PCIe untuk menambahkan modul wireless, dan dukungan untuk PoE (Power over Ethernet) yang memungkinkan pengiriman daya melalui kabel jaringan.

    Selain itu, RouterBoard MikroTik juga menawarkan berbagai fitur keamanan dan manajemen jaringan. Fitur keamanan termasuk firewall yang kuat untuk melindungi jaringan dari ancaman eksternal, VPN untuk mengamankan koneksi jaringan, dan alat autentikasi pengguna untuk mengontrol akses. Di sisi manajemen jaringan, RouterBoard menyediakan antarmuka pengguna yang intuitif, memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasi dan mengelola perangkat dengan mudah, serta memantau kinerja jaringan dan mengumpulkan data lalu lintas.

    RouterBoard MikroTik dapat digunakan dalam berbagai skenario jaringan, mulai dari jaringan kecil hingga jaringan skala besar. Mereka cocok untuk digunakan di rumah, perkantoran, sekolah, penyedia layanan internet (ISP), penyedia layanan hotspot, dan banyak lagi. Dalam jaringan yang lebih kompleks, beberapa RouterBoard dapat dihubungkan bersama-sama untuk membentuk sistem jaringan yang terdistribusi, meningkatkan kinerja dan redundansi.

    MikroTik memiliki reputasi yang baik dalam hal kehandalan dan stabilitas perangkat keras mereka. RouterBoard dibuat dengan standar yang tinggi dan seringkali memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menangani lalu lintas jaringan yang berat dan beban kerja yang tinggi.

    Dalam rangka untuk menggunakan RouterBoard MikroTik, pengguna perlu mengkonfigurasi perangkat dengan menggunakan antarmuka pengguna yang disediakan oleh RouterOS MikroTik. Melalui antarmuka ini, pengguna dapat mengatur parameter jaringan, mengelola keamanan, memantau kinerja, dan mengoptimalkan pengaturan jaringan sesuai dengan kebutuhan mereka.

    Secara keseluruhan, RouterBoard MikroTik merupakan perangkat keras yang andal, fleksibel, dan kuat yang bekerja dengan sistem operasi RouterOS MikroTik untuk membentuk solusi jaringan yang lengkap. Dengan kombinasi ini, pengguna dapat membangun dan mengelola jaringan yang efisien, aman, dan terpercaya.

    Arsitektur MikroTik

    Arsitektur Routerboard dibedakan berdasarkan jenis dan kinerja processor, software/OS untuk setiap arsitektur berbeda. Berikut adalah beberapa arsitektur routerboard MikroTik:
    • routeros-mipsle (mipsle) -> Combined package untuk mipsle (RB100, RB500) termasuk system, hotspot, wireless, ppp, security, mpls, advanced-tools, dhcp, routerboard, ipv6, routing.
    • routeros-mipsbe (mipsbe) -> Combined package untuk mipsbe (RB400) termasuk system, hotspot, wireless, ppp, security, mpls, advanced-tools, dhcp, routerboard, ipv6, routing.
    • routeros-powerpc (ppc) -> Combined package untuk powerpc (RB300, RB600, RB1000) termasuk system, hotspot, wireless, ppp, security, mpls, advanced-tools, dhcp, routerboard, ipv6, routing.
    • routeros-x86 (x86) -> Combined package untuk x86 (Intel/AMD PC, RB230) termasuk system, hotspot, wireless, ppp, security, mpls, advanced-tools, dhcp, routerboard, ipv6, routing.
    • mpls-test (mipsle, mipsbe, ppc, x86) -> Multi Protocol Labels Switching support improvements.
    • routing-test (mipsle, mipsbe, ppc, x86) -> Routing protocol (RIP, OSPF, BGP) improvements.
    MIPS (Microprocessor without Interlocked Pipeline Stages) adalah jenis processor yang dikembangkan oleh MIPS Computer Systems, Inc. Pada MikroTik ada 2 jenis MIPS yaitu MIPSLE (mips - little endian) dan MIPSPBE (mips - big endian). Endian / endiannes adalah istilah yang menggambarkan urutan-urutan byte yang disimpan dalam memori komputer, misal kata MikroTik disimpan dengan urutan kiTorkiM

    Tipe MikroTik

    Untuk membaca tipe RouterBoard MikroTik, Anda dapat mengacu pada label atau penandaan fisik yang terdapat pada perangkat. Berikut adalah beberapa komponen penting yang membantu Anda mengidentifikasi tipe RouterBoard:

    • Model Number: Pada perangkat RouterBoard, Anda akan menemukan model number yang tercetak atau ditandai. Contohnya, "RB2011UiAS-2HnD-IN" atau "CCR1036-8G-2S+". Model number memberikan informasi tentang seri perangkat dan sering kali menunjukkan fitur-fitur khusus yang dimiliki oleh perangkat tersebut.
    • Serial Number: Selain model number, perangkat RouterBoard juga memiliki serial number yang unik. Serial number digunakan untuk mengidentifikasi perangkat secara individu dan dapat membantu dalam hal dukungan teknis atau garansi. Biasanya, serial number juga terdapat pada label perangkat atau ditampilkan melalui antarmuka pengguna RouterOS.
    • Informasi pada Casing: Pada beberapa perangkat RouterBoard, informasi tentang tipe perangkat dapat dicetak pada casing atau panel perangkat. Informasi ini dapat berupa teks yang mencantumkan tipe atau kode tertentu yang mengacu pada tipe perangkat.
    • Dokumentasi Resmi: Situs web resmi MikroTik menyediakan dokumentasi yang lengkap mengenai berbagai model RouterBoard yang mereka tawarkan. Anda dapat mencari informasi tentang tipe RouterBoard di situs web resmi MikroTik dan menemukan spesifikasi teknis, gambar perangkat, dan informasi terkait lainnya.
    • Antarmuka Pengguna RouterOS: Jika Anda dapat mengakses antarmuka pengguna RouterOS pada perangkat, Anda dapat melihat informasi tentang tipe RouterBoard dengan menjalankan perintah "/system routerboard print" atau "/system routerboard print detail" di terminal. Perintah ini akan menampilkan informasi lengkap tentang perangkat, termasuk tipe RouterBoard.
    Jika Anda kesulitan menemukan tipe RouterBoard MikroTik dengan cara-cara di atas, Anda dapat merujuk pada panduan pengguna atau menghubungi dukungan pelanggan MikroTik untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

    Fitur MikroTik

    MikroTik RouterOS menyediakan beragam fitur yang lengkap dan kuat untuk mengelola jaringan. Berikut adalah beberapa fitur utama yang ditawarkan oleh MikroTik:

    1. Routing dan Protokol Jaringan: MikroTik mendukung berbagai protokol routing, seperti OSPF, BGP, RIP, dan banyak lagi. Ini memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasi dan mengelola tabel routing untuk mengarahkan lalu lintas antara jaringan. Selain itu, MikroTik juga mendukung protokol jaringan lainnya seperti MPLS (Multi-Protocol Label Switching) untuk mengoptimalkan pengiriman paket data.

    2. Firewall dan Keamanan: RouterOS MikroTik dilengkapi dengan firewall yang kuat untuk melindungi jaringan dari serangan yang berbahaya. Fitur firewall termasuk filter paket, stateful inspection, NAT (Network Address Translation), deteksi serangan DDoS, dan banyak lagi. MikroTik juga mendukung VPN (Virtual Private Network) untuk memungkinkan koneksi yang aman antara jaringan yang berbeda atau pengguna jarak jauh.

    3. Hotspot dan Autentikasi Pengguna: MikroTik RouterOS memiliki fitur hotspot yang memungkinkan pembuatan area akses Wi-Fi publik yang aman. Fitur ini mencakup autentikasi pengguna yang dapat dikonfigurasi dengan berbagai metode, seperti username/password, voucher, atau autentikasi melalui portal khusus. Hal ini memungkinkan pengelola jaringan untuk mengontrol akses pengguna dan memberikan pengalaman internet yang aman dan terkelola.

    4. Manajemen Bandwidth dan Traffic Shaping: RouterOS MikroTik menyediakan berbagai alat untuk mengelola bandwidth dan mengontrol lalu lintas jaringan. Fitur QoS (Quality of Service) memungkinkan pengguna untuk memberikan prioritas dan membatasi bandwidth untuk aplikasi atau protokol tertentu. Dengan ini, pengguna dapat mengoptimalkan kinerja jaringan dan memastikan penggunaan sumber daya yang adil.

    5. DHCP Server dan DNS: MikroTik RouterOS memiliki server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yang memudahkan pengaturan otomatis IP dan konfigurasi jaringan lainnya untuk perangkat yang terhubung ke jaringan. Selain itu, MikroTik juga memiliki kemampuan DNS (Domain Name System) yang memungkinkan pengguna untuk mengatur dan mengelola resolusi nama domain secara internal di jaringan mereka.

    6. Monitoring dan Manajemen Jaringan: RouterOS MikroTik menyediakan berbagai alat pemantauan dan manajemen jaringan. Pengguna dapat memantau kinerja jaringan, melihat lalu lintas jaringan real-time, dan mengumpulkan data statistik dengan menggunakan fitur seperti grafik, log, dan notifikasi. MikroTik juga mendukung manajemen jarak jauh melalui antarmuka pengguna GUI atau melalui koneksi SSH (Secure Shell) atau Telnet.

    7. Penyeimbangan Beban dan Failover: MikroTik RouterOS memungkinkan konfigurasi penyeimbangan beban (load balancing) untuk mendistribusikan lalu lintas secara merata melalui jalur koneksi yang tersedia. Ini dapat meningkatkan kinerja jaringan dan menghindari kelebihan beban pada satu jalur. Selain itu, MikroTik juga menyediakan fitur failover yang memungkinkan beralih otomatis ke jalur koneksi alternatif jika jalur utama mengalami kegagalan.
    Fitur-fitur ini hanya beberapa contoh dari beragam fitur yang ditawarkan oleh MikroTik RouterOS. MikroTik juga terus mengembangkan dan memperbarui sistem operasi mereka dengan fitur-fitur baru dan peningkatan keamanan. Dalam kombinasi dengan perangkat keras RouterBoard MikroTik yang andal, fitur-fitur ini memungkinkan pengguna untuk membangun dan mengelola jaringan yang efisien, aman, dan terpercaya.

    Level MikroTik

    MikroTik RouterOS menggunakan sistem level lisensi untuk mengatur tingkat akses dan fitur yang tersedia dalam perangkat. Berikut adalah beberapa informasi tentang level MikroTik:
    • Level Lisensi: MikroTik RouterOS memiliki beberapa level lisensi, mulai dari Level 0 hingga Level 6. Setiap level lisensi memiliki batasan dan fitur yang berbeda, dengan level yang lebih tinggi menawarkan lebih banyak fitur dan kemampuan yang lebih luas.
    • Level 0: Level 0 adalah level lisensi gratis yang mencakup fitur dasar MikroTik RouterOS. Level ini cocok untuk pengguna rumahan atau kecil yang membutuhkan fungsi dasar seperti routing, firewall, dan manajemen bandwidth.
    • Level 1-3: Level 1 hingga Level 3 memberikan akses ke fitur yang lebih luas, termasuk manajemen hotspot, VPN, QoS, dan sebagainya. Level ini cocok untuk jaringan kecil hingga menengah yang membutuhkan lebih banyak kontrol dan fitur tambahan.
    • Level 4-6: Level 4 hingga Level 6 adalah level lisensi tingkat lanjut yang menyediakan semua fitur MikroTik RouterOS. Level ini cocok untuk jaringan skala besar, ISP (Internet Service Provider), atau penyedia layanan jaringan yang membutuhkan kontrol penuh dan fitur lanjutan, seperti routing BGP, MPLS, manajemen VRRP, dan lainnya.
    • Lisensi Add-On: Selain level lisensi utama, MikroTik juga menawarkan lisensi add-on yang dapat dibeli secara terpisah untuk memperluas fitur dan kemampuan perangkat. Misalnya, lisensi wireless add-on memberikan akses ke fitur-fitur wireless tambahan, seperti AP (Access Point) dual-band, Nv2, dan lainnya.

    Penting untuk dicatat bahwa tingkat lisensi MikroTik hanya mempengaruhi RouterOS dan tidak berkaitan dengan perangkat keras RouterBoard MikroTik itu sendiri. Dengan demikian, meskipun Anda memiliki perangkat keras yang canggih, fitur yang tersedia tergantung pada level lisensi yang diinstal pada RouterOS.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang level lisensi MikroTik dan fitur yang ditawarkan oleh masing-masing level, disarankan untuk mengunjungi situs web resmi MikroTik atau merujuk pada dokumentasi resmi MikroTik.

    Sertifikasi MikroTik

    MikroTik menyediakan program sertifikasi resmi yang disebut MikroTik Certification Program (MTCNA, MTCRE, MTCWE, MTCTCE, MTCUME, MTCINE) yang dirancang untuk memvalidasi pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dan mengkonfigurasi perangkat MikroTik. Berikut adalah penjelasan yang lebih rinci tentang setiap jenjang sertifikasi dalam program ini:
    • MTCNA (MikroTik Certified Network Associate): MTCNA adalah jenjang sertifikasi dasar MikroTik. Ini berfokus pada pemahaman konsep jaringan dasar, konfigurasi dasar perangkat MikroTik, dan pengenalan terhadap fitur-fitur RouterOS. Sertifikasi MTCNA membekali peserta dengan pengetahuan dasar untuk mengonfigurasi router, firewall, manajemen bandwidth, dan fitur dasar lainnya.
    • MTCRE (MikroTik Certified Routing Engineer): MTCRE adalah jenjang sertifikasi yang lebih lanjut yang berfokus pada routing dan protokol jaringan. Sertifikasi ini menekankan pemahaman mendalam tentang protokol routing seperti OSPF (Open Shortest Path First) dan BGP (Border Gateway Protocol), serta konfigurasi dan pengelolaan jaringan berbasis routing yang kompleks.
    • MTCWE (MikroTik Certified Wireless Engineer): MTCWE adalah sertifikasi yang difokuskan pada pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan jaringan nirkabel menggunakan perangkat MikroTik. Ini meliputi pemahaman tentang standar wireless, konfigurasi AP (Access Point), manajemen jaringan nirkabel, keamanan nirkabel, dan fitur-fitur wireless lainnya yang tersedia dalam RouterOS.
    • MTCTCE (MikroTik Certified Traffic Control Engineer): MTCTCE adalah sertifikasi yang berfokus pada pengelolaan lalu lintas jaringan dan manajemen bandwidth menggunakan fitur-fitur RouterOS seperti firewall, Queue Tree, Simple Queue, dan fitur-fitur QoS (Quality of Service) lainnya. Sertifikasi ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan bandwidth dan memprioritaskan lalu lintas jaringan.
    • MTCUME (MikroTik Certified User Management Engineer): MTCUME adalah sertifikasi yang bertujuan untuk mendalami pemahaman dan keterampilan dalam mengelola dan mengamankan pengguna jaringan. Ini meliputi konfigurasi fitur-fitur seperti DHCP, PPP (Point-to-Point Protocol), Hotspot, User Manager, dan keamanan pengguna jaringan.
    • MTCINE (MikroTik Certified Inter-networking Engineer): MTCINE adalah sertifikasi tertinggi dalam program MikroTik Certification Program. Ini berfokus pada interkoneksi jaringan yang kompleks, konfigurasi dan manajemen MPLS (Multi-Protocol Label Switching), VPN (Virtual Private Network), VPLS (Virtual Private LAN Service), dan teknologi lain yang melibatkan penggunaan perangkat MikroTik dalam jaringan yang kompleks.
    Setiap sertifikasi memiliki kurikulum yang terstruktur, dengan materi pembelajaran dan tes yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat resmi MikroTik. Sertifikasi ini tidak hanya memberikan pengakuan terhadap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, tetapi juga dapat meningkatkan kredibilitas dan kemampuan dalam mengelola dan mengkonfigurasi perangkat MikroTik.

    Sejarah MikroTik



        MikroTik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di latvia, dekat dengan rusia. pembentukan nya di dilaksanakan oleh John Trully dan Arnis Riekstins. Pada tahun 1996 Johnson dan Arnis memulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Moldova. Barulah kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Prinsip dasar MikroTik bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Hingga kini, MikroTik telah melayani sekitar empat ratusan pelanggannya. 

        Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton. 

        Sejak awal, Mikrotik hanya fokus untuk perusahaan jasa layanan internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani jasa service kepada pelanggannya dengan memakai teknologi wireless atau nirkabel. Dalam sejarah Mikrotik, pada awalnya John dan Arnis ( sang pendiri ) hanya ingin membangun software untuk Routing, sementara kebutuhan akan perangkat keras juga terus berkembang.

        Oleh karena itu, akhirnya mereka membuat berbagai perangkat keras yang berhubungan dengan software yang kemudian mereka kembangkan lebih lanjut. Keunggulan Mikrotik berada pada perangkat lunak Routernya, karena terlihat mereka berjualan perangkat W-LAN dengan antena omni. 

    Sejarah MikroTik di Indonesia

        Pada saat itu, pemakaian antena omni di dunia W-LAN sangat tidak dianjurkan, karena sangat berpotensi terhadap berbagai gangguan. Hingga pada akhirnya, kepopuleran mikrotik menyebar juga di tanah air, Indonesia.Mikrotik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada tahun 2001, yaitu di Yogyakarta melalui Citraweb oleh Valens Riyadi dengan kawan-kawannya.Kemudian terus meluas menjadi sebuah solusi murah untuk membangun ISP, terutama yang berbasis W-LAN.Keberhasilan Mikrotik me-routing dunia merupakan sebuah contoh bahwa semua orang juga bisa untuk membantu calon pengguna internet (user) untuk dapat mengakses ke dunia maya, terutama dalam membangun infrastrukturnya. 

    NTP (Network Time Protocol)

    NTP (Network Time Protocol) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk sinkronisasi waktu antara perangkat dalam jaringan komputer. Tujua...